Are we ready?

Tonight we will leave bantaeng 😥 huaa meskipun nggak rela sedikit, okelah cuma tiga hari kok;;) siapa tau di sana nanti dapat yang lebih/? *eh. minta doanya supaya kami sampai ke tujuan dengan selamat AMINAre we ready? we don’t know yet;) okelah siap nggak siap malam ini kita berangkat!

cuma tiga hari kok;) tiga hari aja! nggak boleh rindu yaa;)

this is my last post for this mont. Be patient dear;*

see ya;)

Iklan

I Wish You Know

Aku tahu akhir akhir ini aku seharusnya mulai terbiasa tanpa pesan singkat darimu. Setiap malam, sebelum tidur, aku pasti membaca ulang percakapan kita yang selalu membuatku tersenyum diam-diam. Tapi.. entah mengapa, akhr akhir ini sepi sekali, tanpa pesan singkat darimu, tanpa senyuman darimu ketika melihatku, tanpa sorotan mata yang selalu membuatku bersemangat berada di sekolah.

Aku masih heran, apa yang terjadi padamu beberapa hari ini? Apakah ada kesalahan besar yang aku lakukan kepadamu? Tak mungkin kan, kau marah padaku tanpa suatu alasan yang jelas? Tak mungkin kau mengabaikanku tanpa ada alasan. Tapi, kau tidak pernah mau membalas pesanku saat aku tanyakan itu kepadamu. Kau tidak memberiku alasan mengapa beberapa hari ini kau menjauhiku.

Jika aku bilang, aku menulis ini untukmu, kau mungkin akan menertawakannya, sekarang mungkin kau akan membuang muka, tak ingin tau tentang ini. Tapi aku sangat berharap kau tahu.

Jika bisa membalikkan waktu, aku ingin kembali di awal perkenalan kita,    kamu mengajakku berbicara dalam percakapan manis kita di pesan singkat. Kau membuatku berharap banyak darimu, mebuatku selalu berangan angan. Aku sungguh sangat menghargai saat saat itu. Sejak kau mulai membuatku gelisah ketika tidak lagi membalas pesanku. Saat panggilan telfonmu menjadi yang kutunggu tunggu di akhir hari.

Sekarang, apa yang harus aku lakukan? Saat kau mulai mengacuhkanku, saat kau tidak lagi membalas pesan singkatku, saat percakapan kita di facebook cuma dibaca olehmu, saat kau mulai menjauhiku di sekolah, saat kau mulai membuah mukamu di hadapanku.

Tak pernahkah kau mau tahu bagaimana perasaanku atas sikapmu itu? Jika kau mau tahu mungkin seluruh kosakata tak dapat mendeskripsikan bagaimana hancurnya hatiku saat sikapmu berubah seperti itu. Kau bahkan tidak membiarkanku mengetahui alasan mengapa kau melakukan itu semua kepadaku, apakah aku terlalu egois untuk tahu alasanmu? Perempuan mana yang tidak kecewa melihat orang yang dia cintai tiba-tiba memilih lari dan pergi tanpa penjelasan?

Setiap hari, setiap waktu, setiap aku melihat senyumanmu itu, mengapa aku jatuh cinta untuk yang sekian kalinya? Bodoh! Itulah bodohnya aku, disaat seharusnya aku harus mengerti kau ingin menjauhiku mengapa aku harus merasakan perasaan ini lagi? Tak henti aku mengutuk diriku sendiri, kini yang aku lakukan di sekolah hanyalah mengurung diri di kelas, berusaha untuk tidak melihatmu secara langsung, tapi aku selalu mencuri kesempatan untuk menikmati senyummu melalui jendela kelasku, tanpa kau ketahui.

Aku selalu meyakinkan diriku bahwa yang kau inginkan saat ini adalah perpisahan, mungkin itu akan membuat hatiku lebih tidak sakit daripada harus menunggu kau bicara tentang kejelasan hubungan kita ini. Tahukah kau? Aku lelah. Aku tersiksa setiap kali melihatmu hanya mengacuhkan aku. Kau menjauh tanpa alasan. Dua minggu tanpa kabar darimu, mungkin itu sudah cukup menguatkan hatiku untuk dapat melepaskanmu.

Ataukah mungkin akan lebih baik jika memutar waktu di saat kali pertama kau mengirimkan pesan melalui facebook, seharusnya aku tidak membalas pesanmu itu, harusnya kita tidak sering bertemu di sekolah, harusnya aku tidak pernah melakukan itu semua, sehingga perasaan ini tidak muncul, perasaan cinta dan takut kehilanganmu ini tidak ada.

Apakah kau benar benar tidak dapat mengerti apa yang kurasakan saat ini? Aku penasaran bagaimana kau dapat melakukan semua ini terhadapku. Tidakkah kau paham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku? Aku tak pernah merasa ada di matamu, mungkin kini tak ada lagi tempatku di hatimu.

Aku hanya ingin kau tahu bagaimana perasaanku padamu.

Kenapa Galau?

Nah, sekarang ini mungkin memang sudah banyak yang bilang “galau? nggak jaman!” oke, tapi apa hati masih bisa di pungkiri kalo kita nggak lagi galau?Anak remaja adalah yang paling sering terkena penyakit galau ini. Fikiran yang masih labil, terkadang perasaannya di-narsiskan segala, seharusnya galau itu menjadi salah satu malu untuk kita, tapi tidak untuk remaja sekarang ini. Galau banyak sekali di temukan di jejaring sosial, seperti facebook, twitter, dan postingan ini salah satu aksi galau yang saya buat.

Sejujurjujurnya, perasaan yang seperti saya alami sekarang sangat resah jika hanya disimpan di hati, takut nya nanti merusak 😦 Jadi, terimakasih kepada wordpress yang sudah memperbolehkan saya membuat postingan ini.

Saya sudah banyak searching di google, definisi galau, penyebab galau, cara mengatasi galau, latar belakang galau, rumusan masalah galau, dan apasaja tentang galau.Meskipun sudah serching dan sudah menerapkan cara hidup anti galau, tapi tetap saja, masih sakit tiap tarik napas, masih nyessek, masih ada yang ganjal. iya kan?

Nah, harusnya kita mengerti dulu sama perasaan kita, apa yang membuat kita seperti ini, seseorang kah? atau hanya sesuatu? nah jika memang kita ada masalah, marilah meminta saran ke orangtua atau orangyanglebihtua dengan pemikiran dewasa, jika masalah terselesaikan pasti udah nggak ada yang ganjal lagi kan?

Tapi.. kalau kita nggak punya orang untuk di ceritakan, atau yang bisa buat tukar fikiran, coba deh, buatin cerpenkah, cerber kah, siapa tahu ada penerbit gitu yang kunjungi blog kamu, di panggil tanda tangan kontrak untuk buat novel seri satu sampai 1001 lebih, kan bagus?

meskipun galau banyak dampak negatifnya, marilah kita sebagai remaja Indonesia mengambil yang positifnya saja 😀 Apapun yang kita alami, harus percaya itu merupakan cobaan dari Allah SWT yang akan membuat kita lebih kuat, dan lebih dewasa:)