Weekly Story [21-12-2013]

wassap wordpress ;;)

long time no see yak :’) baru log in wordpress sekarang udah banyak berubah :’) fontnya udah keganti udah jelek bgt-_- malesin 😦

press, tau tidak? hari ini sial bgt:'( nggak tau sih kenapa tapi perasaan nya itu kok sial bgt si hari ini pres:( galau tanpa sebab,stuck dirumah,online tanpa notif dari tadi, ngirim sms nggak jelas ke kak aldi yang sampai sekarang ndak di balas-_-

padahal today should be amazing dikitlah dari malam minggu sebelum sebelumnya :’) udah ditinggal sendiri di rumah, huaaa 😥 mama sm papa jahat gitu mentang mentang malem minggu-_____-

malam ini bener bener sepi banget._.v hahaha. yang terdengar dirumahku sekarang hanyalah jentikan jemari tanganku yang mungkin terlalu bersemangat mengetik untuk post yang satu ini :))

untuk weekly story kali ini nggak tau mau angkat tema yang mana._. mau mulai hari senin? oke baiklah.

-Senin-

hari pertama masuk sekolah setelah ulangan selesai, datang sekolah di sengaja terlambat sedikit karna tdk belajar meki-_-sisa tunggu mami pengumuman tentang pengulangan._.

-Selasa-

hari kedua ini, baiklah menurutku ‘agak’ istimewa haha, ada dia yang menjemputku untuk berangkat ke sekolah bersama. tapi pas pulang na tinggalka-_- ckck kenapai itu ha? mau siba’ji? *kata-katanya kak firja*

-rabu-

ah malaska bahaski hari rabu dari bulan bulan yang lalu lalu itu hari rabu tdk pernah bek sm saya-_- ada mungkin dendamnya sama saya hari rabu-_____- kutauji rabu janmeko sok sok.

-kamis-

nah kamis kayakji rabu hu! pajanji janji-_- huu malasku ja

-jumat-

nah ini, sebenarnya malas sekalija pergi sekolah tapi karna baru pulang bapakku di bantaeng nah, ada unsur pemaksaan di sini -_-a tapi biarmi ndak apa apaji 😀 ketemuja di sekolah sama anu 😀 na antarja lagi pulang haha

-sabtu-

nah, ini sabtu-_- seharusnya sedikit labih anu, dari pada jumat, ee-_- sial dudu hahaha. tdk jadimi acara malam mingguta, tdk ketemu mki, tdk smsan meki, tdk na angkatmi telfonta, padal tadi lewatja depan rumahnya tapi sunyi-_- pergi mana lg tdk natanya. udeh, tidak sejalan haha :’D asdfghjkl;

-minggu-

nah, belumpi terjadi kalo yang ini ._. semoga tidak se sial hari hari sebelumnya :))

Beberapa hal yang harus kau ketahui

aku tak bisa tidur malam ini. pikiranku penuh dengan tugas tugas yang belum terselesaikan dan masalah ulangan semester yang sudah di depan mata, tapi…. malam ini aku mungkin tidak akan membahas hal ini. aku ingin mengingat kembali, dan menulis sesuatu yang harus kau tahu, yang mungkin malu jika aku mengungkapkannya langsung padamu.

  • Pertama kali aku melihatmu

tahukah kau kapan aku pertama kali melihatmu? pasti tidak! aku pertama kali melihatmu saat mengantar guru sejarah berkeliling ke kelas XI, ya waktu itu kau masih kelas XI, dan aku masih kelas X. aku duduk di dekat taman kelasmu, menunggu pak ismail memberikan arahan ke kelasmu. Kau adalah siswa yang paling terlambat masuk dan paling cepat keluar kelas saat itu -_- aku yakin kau tidak memperhatikanku. tapi aku memperhatikanmu. di situlah pertama aku mulai penasaran denganmu, mulai mencari tahu tentang dirimu itu.

  • Saat kita sering bertemu di kantin

ingatkah? sepulang shalat aku pasti akan singgah di kantin untuk sekedar jajan, saat itu kau juga pasti akan ada di kantin bersam teman kelasmu yang lainnya. aku bahkan akan tinggal di kantin untuk melihatmu jalan ke kelasmu, saat itu jarak antara kelasku dan kantin tidak begitu jauh, ke kelasmu juga. kau adalah alasan mengapa aku memilih kantin ibu lawini saat kantin ibu amil lebih dekat dari kelasku 😀

  • Pertama kali mengikutimu sepulang sekolah

mungkin ini terdengar sedikit gila, tapi… ini sebuah fakta yang cukup memalukan ._. ya, aku mengikutimu, sepulang sekolah, awalnya ini tidak sengaja -ajakannya tari ini- gara gara mengikutimu yang tidak sejalur dengan arah rumahku, kita harus memutar balik saat belokan ke rumahku terjadi kebakaran-_- aku berbelok ke arah itu, tentu saja. tapi kau juga ikut, dan memutar balik. aku-dan tari- memutar balik dan mengambil jalan yang lumayan jauh-_-. hahaha

  • Saat kita mulai curi-curi pandang

pertama kali aku melihatmu memperhatikanku ketika selesai shalat di mushalla sekolah, saat itu aku selalu berada di syaf terdepan untuk perempuan dan kau sering di syaf paling belakang untuk laki-laki haha 😀 saat pembaca kultum mulai membosankan saat itu, aku melihatmu, menangkap pandanganmu yang kau tujukan ke arahku. kau bahkan tidak memalingkan itu ketika aku melihatmu.

  • Chat Pertama di Facebook

apakah kau masih ingat chat pertama kita di facebook? aku masih ingat! masih sangat jernih di ingatanku, aku masih ingat itu ketika handphoneku menandakan ada chat yang masuk, kau tidak tahu bagaimana bahagianya aku saat itu. haha meskipun hanya sapaan pagi saat itu, tapi kau berhasil membuatku melayang -oke ini alay, jangan di ikuti-

chat pertama: tanggal 19 Juni 2013, tapi aku harus menunggu selama 10 hari untuk dapat pesan dari mu lagi. tanggal 29, kau mulai mengeluarkan kata-kata manis untukku. hahaha di pesan itu kau meminta nomor handphoneku. hahaha, sungguh tak kusangka kita bisa sampai sejauh ini.

  • Pertama kali kau menjemputku di tempat latihan

sungguh, aku sangat sangat tidak menyangka kau sampai mejemputku di tempat latiha waktu itu, aku sebenarnya ingin menolah, aku masih malu malu, dan rasanya masih canggung. tapi tentu saja,aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini hahaha 😀 ._.v

saat itu, kau benar benar membuatku jatuh hati dengan pandangan matamu, begitu dalam, begitu teduh, pandangan yang sampai sekarang membuatku jatuh cinta tiap melihat matamu♥

  • Saat kau berkata sayang

Tanggal 4 Juli 2013, tanggal yang sangat sangat sangat -you know whatlah- kau berkata “mau jeki jadi pacarku?” hahahahaha ._.v aku benar benar tidak menyangka hal ini terjadi, aku bingung. aku benar benar bingung. kau ingin bersamaku? aku seperti, ah, aku tidak tahu harus menjawab apa, aku ini salah satu pengagum rahasiamu -secret nah- bayangkan saja bagaimana rasanya saat orang di kagumi menyatakan cintanya padamu, bingung,senang,semua bercambur menjadi satu -goodday kapa- tapi serius, ndakutau apa mau kubilang pada saat itu.

“Ya” ah, tentu saja aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang tidak datang duakali seperti ini haha. aku hanya bertanya alasanmu apa, dan itu benar benar cukup, lebih dari cukup. tentu saja aku memikirkan semuanya. aku harus mengimbangi semuanya, kau juga merupakan seniorku di sekolah, tapi aku takut, saat kagumku menjadi sesuatu yang tidak baik untuk kau ketahui nantinya.

  • Shalat Tarwih pertama kita♥

kau tidak mungkin melupakan kejadian ini, ingat saat hari ke-dua puasa? kita pertamakali pergi tarwih bersama :’) dan ingat juga saat pulang kau harus rela tidak memakai sendal karena sendalku yang hilang saat hari pertama kita shalat tarwih :’) hahaha

  • Cemburu pertamaku

mungkin kau tak tahu tentang yang satu ini, dan ini sudah menjadi rahasia kecilku selama berbulan bulan, aku cemburu ketika kau membonceng temanmu(cewek) pada malam takbiran itu 😦 tapi…tapi..tapi… mungkin kau tidak tahu, dan ini juga mungkin tidak penting, saat aku harus marah padamu-lebaranmi besoknya- nda jadimiii, nda jadimi acara mojok mojokannya 😀 tapi sudahlah, aku tak ingin mengingat masalah ini lagi.

dan ketika jam menunjukkan pukul dua lewat banyakmi kuputuskan untuk melanjutkan postingan ini nanti

Saat di fikiranku hanya dirimu

Jam 22:30 aku masih mengerjakan tugas yang telah ku tulis dari jam 8 lewat tadi. ah, aku sudah tak sanggup lagi -_-

malam ini rumahku sunyi. sunyi sekali.*ka sendirija, baru saya diam terusja, ka ada ku kerja tugasku* kulirik hpku sekilas, ah tidak ada sms yang masuk, mungkin dia juga sibuk sepertiku yang juga mengerjakan tugas. setidaknya aku tidak boleh berfikiran negatif tentang apa yang dia kerjakan saat ini sampai tidak ada kabar seharian darinya.

harus kah aku menelfon nya sekarang? aku rindu. aku bahkan tidak sempat melihatnya di sekolah tadi pagi. tapi bagaimana jika sekarang dia sibuk? bagaimana jika telfonku hanya jadi penghalang nya untuk menyelesaikan tugasnya? atau dia… ah, seribu alasan membuatku untuk tidak menelfonnya malam ini. rinduku bisa kutahan, aku tak mau rinduku ini menjadi penganggu mu.

aku mulai mengetikkan jariku pada keyboar laptopku. mencurahkan isi hatiku yang sedikit agak galau malam ini -_-v

jika kau membaca ini. sungguh, aku galau bukan karenamu 😀 ini karena tugas yang ku kerjakan sedari tadi tidak selesai, malam ini aku harus begadang. hoaaam. aku harus menunggu ayah dan ibuku pulang *nda bawaki kunci jadi kutungguii* aku hanya mengirimkanmu pesan singkat malam ini, yang mungkin tidak dapat terkirim sampai kau baca *tidak adami pulsaku, lewatmi jam 12 eh*

mungkin aku tidak bisa menaruh harapan terlalu tinggi untukmu. kau mulai sibuk ini dan itu, kau mulai cuek denganku :’) tidak apa-apa. aku mengerti dengan keadaan ini.aku hanya berharap pada akhirnya kau akan mengingatku. mengingat bahwa ada aku disini yang menunggumu untuk pulang :’) -copasja ini-

sekarang, aku harap kau juga mengingatku meskipun kau ‘mungkin’ sedang sibuk. aku harap tidak akan ada yang berubah darimu sejak terakhir kita bicara. aku menghargai saat saat itu.

dan di antara tugasku yang menumpuk, akan selalu ada kamu di akhirnya

diantara apa yang kufikirkan saat ini, akan selalu ada dirimu.

-penutup pakai ala dwitasari-

Are we ready?

Tonight we will leave bantaeng 😥 huaa meskipun nggak rela sedikit, okelah cuma tiga hari kok;;) siapa tau di sana nanti dapat yang lebih/? *eh. minta doanya supaya kami sampai ke tujuan dengan selamat AMINAre we ready? we don’t know yet;) okelah siap nggak siap malam ini kita berangkat!

cuma tiga hari kok;) tiga hari aja! nggak boleh rindu yaa;)

this is my last post for this mont. Be patient dear;*

see ya;)

I Wish You Know

Aku tahu akhir akhir ini aku seharusnya mulai terbiasa tanpa pesan singkat darimu. Setiap malam, sebelum tidur, aku pasti membaca ulang percakapan kita yang selalu membuatku tersenyum diam-diam. Tapi.. entah mengapa, akhr akhir ini sepi sekali, tanpa pesan singkat darimu, tanpa senyuman darimu ketika melihatku, tanpa sorotan mata yang selalu membuatku bersemangat berada di sekolah.

Aku masih heran, apa yang terjadi padamu beberapa hari ini? Apakah ada kesalahan besar yang aku lakukan kepadamu? Tak mungkin kan, kau marah padaku tanpa suatu alasan yang jelas? Tak mungkin kau mengabaikanku tanpa ada alasan. Tapi, kau tidak pernah mau membalas pesanku saat aku tanyakan itu kepadamu. Kau tidak memberiku alasan mengapa beberapa hari ini kau menjauhiku.

Jika aku bilang, aku menulis ini untukmu, kau mungkin akan menertawakannya, sekarang mungkin kau akan membuang muka, tak ingin tau tentang ini. Tapi aku sangat berharap kau tahu.

Jika bisa membalikkan waktu, aku ingin kembali di awal perkenalan kita,    kamu mengajakku berbicara dalam percakapan manis kita di pesan singkat. Kau membuatku berharap banyak darimu, mebuatku selalu berangan angan. Aku sungguh sangat menghargai saat saat itu. Sejak kau mulai membuatku gelisah ketika tidak lagi membalas pesanku. Saat panggilan telfonmu menjadi yang kutunggu tunggu di akhir hari.

Sekarang, apa yang harus aku lakukan? Saat kau mulai mengacuhkanku, saat kau tidak lagi membalas pesan singkatku, saat percakapan kita di facebook cuma dibaca olehmu, saat kau mulai menjauhiku di sekolah, saat kau mulai membuah mukamu di hadapanku.

Tak pernahkah kau mau tahu bagaimana perasaanku atas sikapmu itu? Jika kau mau tahu mungkin seluruh kosakata tak dapat mendeskripsikan bagaimana hancurnya hatiku saat sikapmu berubah seperti itu. Kau bahkan tidak membiarkanku mengetahui alasan mengapa kau melakukan itu semua kepadaku, apakah aku terlalu egois untuk tahu alasanmu? Perempuan mana yang tidak kecewa melihat orang yang dia cintai tiba-tiba memilih lari dan pergi tanpa penjelasan?

Setiap hari, setiap waktu, setiap aku melihat senyumanmu itu, mengapa aku jatuh cinta untuk yang sekian kalinya? Bodoh! Itulah bodohnya aku, disaat seharusnya aku harus mengerti kau ingin menjauhiku mengapa aku harus merasakan perasaan ini lagi? Tak henti aku mengutuk diriku sendiri, kini yang aku lakukan di sekolah hanyalah mengurung diri di kelas, berusaha untuk tidak melihatmu secara langsung, tapi aku selalu mencuri kesempatan untuk menikmati senyummu melalui jendela kelasku, tanpa kau ketahui.

Aku selalu meyakinkan diriku bahwa yang kau inginkan saat ini adalah perpisahan, mungkin itu akan membuat hatiku lebih tidak sakit daripada harus menunggu kau bicara tentang kejelasan hubungan kita ini. Tahukah kau? Aku lelah. Aku tersiksa setiap kali melihatmu hanya mengacuhkan aku. Kau menjauh tanpa alasan. Dua minggu tanpa kabar darimu, mungkin itu sudah cukup menguatkan hatiku untuk dapat melepaskanmu.

Ataukah mungkin akan lebih baik jika memutar waktu di saat kali pertama kau mengirimkan pesan melalui facebook, seharusnya aku tidak membalas pesanmu itu, harusnya kita tidak sering bertemu di sekolah, harusnya aku tidak pernah melakukan itu semua, sehingga perasaan ini tidak muncul, perasaan cinta dan takut kehilanganmu ini tidak ada.

Apakah kau benar benar tidak dapat mengerti apa yang kurasakan saat ini? Aku penasaran bagaimana kau dapat melakukan semua ini terhadapku. Tidakkah kau paham? Belum. Tentu saja. Apa pedulimu padaku? Aku tak pernah merasa ada di matamu, mungkin kini tak ada lagi tempatku di hatimu.

Aku hanya ingin kau tahu bagaimana perasaanku padamu.